Beginilah Kira-Kira Modus Operandi Gayus Tambunan (Oknum Pajak)

Sudah pada tau kan GAYUS TAMBUNAN (GT)??? Oknum Pegawai Pajak Penelaah Keberatan Golongan 3A dengan gaji 10 jutaan yang dituduh jadi Makelar Kasus Perpajakan. Yang ada 25 Milyar uang tidak jelas di rekeningnya. Jadi Begini analisa bagaimana GT dapet 25 M itu. GT sebagai petugas pajak menilep uang pajak yang anda-anda bayarkan. Uang yang seharusnya masuk ke kas negara oleh GT malah dimasukkan ke rekening pribadinya.

Hasil tilep-menilep itu lama2 terkumpul sebanyak 25 M. Padahal anda2 sudah bersusah payah bekerja dan sebagian dari hasil bekerja itu dengan kesadaran diri sebagai Warga Negara yang baik anda bayarkan ke negara sebagai Pajak. Kontribusi agan terhadap Negara ini. Eh tapi ternyata kok malah tidak masuk ke kas negara, malah dimakan sendiri oleh oknum pegawai pajak si GT tersebut. Pasti anda jengkel, dan jadi males lah bayar pajak (btw kayaknya tanpa kasus ini pun sudah kodratnya banyak yang tidak mau bayar pajak, pengennya numpang aja tanpa kontribusi). Kalau anda berpikir kira-kira modusnya si GT dapat 25 M seperti di paragraf 1, anda salah.

Kalau kemudian anda jengkel lalu berpikiran seperti paragraf 2 dan 3, anda sepertinya kurang bijak. dari gabungan pemikiran paragraf 1, 2, dan 3 itu maka muncullah ini:

Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung BOIKOT BAYAR PAJAK untuk KEADILAN atau yang ini juga TOLAK BAYAR PAJAK SEBELUM REFORMASI TOTAL DITJEN PAJAK Sekumpulan Grup FB yang dibuat oleh para ALAY yang beranggotakan ALAY juga (jangan-jangan anda sudah ikut join juga lagi…)

Ini analisa saya yang sebenernya: Yang perlu kita tahu dahulu:

– Pertama: Apa jabatan GT? GT adalah PNS gol. 3A dengan jabatan penelaah keberatan dan banding. Tugasnya sebagai “pengacara” ditjen pajak menghadapi keberatan dan banding para Wajib Pajak khusunya jika sudah masuk pengadilan pajak. Jangan lihat hanya dari gol. 3A-nya saja, meskipun cuma 3A tapi jabatannya sangat strategis dan rawan, makanya meskipun baru 3A tapi GT digaji tinggi.

– Kedua: Bagaimanakah sebenarnya sistem pembayaran pajak?? Pajak itu dibayar lewat bank lewat namanya SSP, langsung masuk rekening negara. Tidak pake mampir2 ke rekening lainnya. Anda2 ke kantor pajak cuma lapor administrasinya aja, jadi tidak ada ceritanya kita membayar pajak ke kantor pajak. Lalu apa hubungan dua pertanyaan itu??? Jawabannya TIDAK ADA KAITANNYA Jadi mustahil si GT bisa nilep uang pajak yang anda bayarkan masuk ke rekening pribadinya (kecuali dia seorang hacker super ganas yang bisa nge-hack database kas negara di rekening bank lalu memasukkanya ke rekening pribadinya).

Menurut AN juga, dulu SE mungkin si GT orangnya fine2 aja, pegawai yang engga macem2, ini bisa dilihat dari track record-nya. Dalam kurun waktu awal Januari 2007 hingga Maret 2007, Gayus masih menjabat di Sub Direktorat Keberatan. Dalam kurun waktu tersebut, Gayus berhasil menolak keberatan 15 kasus dari total 17 kasus yang dia tangani. Lha terus karena prestasinya baik dia dipindahkan ke penangan banding (yang lebih ribet lagi penanganan kasusnya dan lebih rawan lagi). Setelah Maret 2007, Gayus pindah ke Sub Direktorat Banding. Dalam kurun waktu tersebut, dia memenangkan 40 kasus dari 51 kasus banding wajib pajak yang dia tangani. Mungkin karena dalam lingkungan baru yg “rawan” dia mulai gelap mata deh. (Keberatan dna Banding itu beda lho. Kalo tidak salah begini: Kalo Keberatan masih dalam domain dirjen pajak, dikarenakan WP keberatan dengan pajak yang harus di bayar akibat penetapan pajak. Kalau banding sudah masuk dalam ranah pengadilan pajak, timbul karena keberatan yg diajukan ditolak dirjen pajak.) So, menurut saya si GT itu dapet 25 M dari WAJIB PAJAK (WP) itu sendiri. Sebagai penelaah keberatan dan banding kerjaanya itu menghadapi WP di pengadilan pajak. Jabatannya sangat strategis meskipun pangkatnya baru 3A dan cuma merupakan staf tapi menurut berita di Metro TV kasus pajak yang ia tangani memang menghadapi WP Badan (Perusahaan) yang besar2. Sudah jelas seandainya dia mau macem2 tidak bakal terlalu ribet. Tinggal kong-kali-kong (rekayasa kasus) sama WP (apalagi perusahan yang besar2) tinggal di belakang layar dia bakal dapet angpao dari para WP itu sampai 25 M kali. Coba bayangkan atas hasil ketetapan pajak 10 M, seandainya si GT dapat merekayasa, maka WP bakal ikhlas beri si GT 2 M saja. Untuk itulah sebabnya para PNS Pajak di gaji tinggi, karena emang yang dia tangani itu uang pajak yang benar2 besar, biar tidak macem2 gitu deh. Sebgai gantinya disiplin disana juga tinggi, kata temen masuk kantor jam 7.30 pulang kantor jam 17.00. Tidak boleh telat atau absen karena udah pake finger print absen, telat 1 detik potong gaji berapa persen gitu.

Kesimpulan: * GT tidak pernah sekalipun menggelapkan uang pajak yang anda bayarkan (karena emang tidak bisa), yang dia lakukan adalah menghambat uang pajak yang seharusnya masuk ke kas negara. * GT dapat 25 M kemungkinan dari “angpao” perusahaan2 besar penunggak pajak yang sudah dia bantu meluluskan kasunya (oleh sebab itu dia disebut makelar kasus). * Grup facebook atau gerakan alay lain yang ikut2an boikot pajak hanya ingin ikut tren sesaat, tanpa mengerti seluk beluknya ( ALAY DETECTED). * Seharusnya anda2 yg benci sama pajak atau males bayar pajak, berterima kasih pada GT.

Mungkin suatu saat bisa memanfaatkan jasanya. Seharusnya = anda2 yg benci sama pajak atau males bayar pajak, berterima kasih pada GT. = Mungkin suatu saat bisa memanfaatkan jasanya. :))

Iklan

5 thoughts on “Beginilah Kira-Kira Modus Operandi Gayus Tambunan (Oknum Pajak)

    1. Bener bgt boss…. Tpi kayanya ada bintang lama yg sedang bersinar lgi neh…
      Sipa lgi klo bkan Nurdin! Dia jg dah dibkini lagu tu… Nurdin Turun Doooongg!! :p

      Suka

  1. maaf, analisa anda kurang benar..yang ditilep gayus itu bukan uang pajak pribadi, melainkan pajak penghasilan badan..dimana GT berurusan dengan perusahaan2 yang bermasalah dengan pajaknya kurang bayar/lebih bayar, dan kemudian dilakukan kong kalikong antara si pembayar pajak dan GT demi ‘kepentingan bersama’ itu…
    gerakannya sih oke, tapi ada baiknya anda menganalisa lebih lanjut sebelum anda publish..terima kasih

    Suka

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s