Tips & Trik Fotografi Pernikahan Untuk Amatir

Ayu JJ_3Buat teman2 para pencinta fotografi, berikut beberapa tips yang perlu kita ketahui dan pratekkan apabila anda hendak memotret atau membuat dokumentasi pernikahan, semoga bermanfaat…

1. Buat Daftar Hal yang Akan Difoto/Didokumentasikan (Shot List)

Mungkin ini salah satu tips yang paling bermanfaat mengenai Fotografi Pernikahan baik yang masih tamatir ataupun yang sudah profesional yaitu mintalah kepada pasangan agar membuat daftar keluarga terdekat atau sahabat yang mereka inginkan untuk nantinya dipotret pada H sehingga Sobat tidak ragu lagi saat pemotretan grup dimulai. Tidak ada yang lebih buruk lho daripada Sobat lupa untuk memotret pasangan bahagia dengan keluarga atau teman dekatnya! Jangan lupa juga membuat daftar item apasaja yang akan foto, kadang detil2 yang ada di sekitar tempat acara seperti dekorasi, menu, tempat acara dll dapat menambah kaya hasil dokumentasi yang anda liput.

2. Koordinator fotografi Pernikahan Keluarga

Foto keluarga terkadang bisa membuat kita sangat stres lho!. Banyak tamu undangan yang berdatangan tanpa kita tahu siapa mereka, apakah kerabat atau orang lain. Solusinya jika kita merasa bingung, adalah dengan mencari salah satu dari anggota keluarga pengantin (atau satu untuk setiap sisi keluarga) yang dapat menjadi Pemandu pada saat sesi pemotretan. Sang Pemandu ini dapat memilah mana keluarga dan mana yang bukan, dan tentu saja ini membantu Sobat dalam pemotretan dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Cek dan Survey Lokasi (Recce)

Mengunjungi lokasi dan spot-spot yang tepat dimana kita akan mengambil tembakan sebelum hari H adalah penting. Sementara saya yakin fotografer Profesional kebanyakan tidak melakukan hal ini – padahal hal ini benar-benar dapat membantu kita agar memiliki gagasan tentang beberapa posisi untuk pemotretan dan mengetahui bagaimana cahaya bisa ikut bermain.

4. Persiapan Yang Matang

Begitu banyak yang bisa salah pada hari H – sehingga kita perlu mempersiapkan segalanya dengan teliti dan baik. Kita harus memiliki rencana cadangan (jika sewaktu-waktu cuaca dapat berubah menjadi buruk), memiliki baterai cadangan, kartu memori cadangan, mengetahui rute cepat untuk sampai ke lokasi dan mengetahui jadwal hari penuh sehingga kita tahu apa yang akan terjadi berikutnya.

5.Tunjukkan Kesungguhan/Profesionalisme kepada Client/Pasangan

Tunjukkan pekerjaan / style kita secara profesional. Fotografer harus tahu tahu apa yang mereka inginkan, berapa banyak foto yang mereka inginkan, apakah ada hal-hal penting yang mereka inginkan untuk dicatat, bagaimana nanti hasil akhirnya, apa yang akan mereka dapatkan dari sang fotografer. Jika kita dapat melewati itu semua dengan baik, pastikan Sobat memiliki kesepakatan harga dari awal.

6. Matikan suara pada Kamera

Selama pidato atau seremony biasanya tidak boleh ada suara yang mengganggu selama acara tersebut. Nonaktifkan suara pada kamera Sobat agar tidak mengganggu acara tersebut.

7. Perhatikan Detail

Potret hal-hal yang dianggap kecil Seperti; cincin, gaun, sepatu, bunga, pengaturan meja, menu dll – ini akan membantu untuk memberikan album dengan varias sehingga memiliki dimensi ekstra. Bukalah majalah mengenai pernikahan sebagai referensi

8. Gunakan Dua Kamera (Bila memungkinkan)

Sebaiknya kita harus memiliki kamera cadangan karena dikhawatirkan kamera utama mengalami gangguan pada saat pemotretan. Selain itu kita dapat menggandeng Fotografer tambahan dengan menggunakan dua kamera, kita dapat memasang lensa yang berbeda sehingga ada variasi pada pemotretan dan tidak dikejar2 moment yang kadang terlewatkan karena konsentrasi yang menurun pada saat mengawasi acara.

9. Posisikan Diri dengan Baik

Terkadang kita tidak boleh ragu-ragu untuk mendatangi spot dan mengambil gambar. Namun disini waktu adalah segalanya dan Fotogrfer harus dapat memotret pada posisi yang tepat untuk saat-saat penting agar tidak mengganggu acara. Selama pemotretan formal kita harus tahu menempatkan diri dan saat apa yang diinginkan oleh pasangan agar tidak terjadi salah faham.

10. Gunakan Diffuse Light

Fotografer harus menguasai teknik untuk mem-bounce flash atau untuk men-diffuse. Jika Sobat sudah sering memotret pernikahan, kita akan menemukan bahwa di banyak tempat peribadatan seperti mesjid, gereja, kelenteng dll, biasanya memiliki cahaya yang sangat rendah. Jika fotografer diijinkan untuk menggunakan flash (di beberapa tempat peribadatan hal ini tidak diperbolehkan) mungkin Sobat harus melihat-lihat terlebih dahulu jika akan menggunakan lampu flash yang di bounce (ingat jika pantulan cahaya mengenai permukaan berwarna akan menambahkan cor berwarna untuk gambar) atau Sobat mungkin dapat menggunakan diffuser flash untuk melunakkan cahaya. Jika kita tidak diijinkan menggunakan flash, fotografer harus menggunakan lensa cepat dengan wide aperture atau dnegan menaikan ISO. Lensa dengan stabilisasi gambar mungkin juga dapat membantu.

11. Gunakan format RAW

Mungkin diantara teman2 fotografer ada yang merasa tidak punya waktu untuk memotret dengan format RAW (karena ada pemrosesan tambahan) tetapi ingatlah bahwa moment-moment pada pernikahan hanya terjadi satu kali dan dengan format RAW dapat sangat berguna karena memberikan fleksibilitas yang lebih sehingga nantinya masih dapat dimanupulasi jika gambar terlalu under atau overexpose.

12. Tampilkan Hasil Foto

Pada Saat Resepsi Salah satu hal yang besar tentang fotografi digital adalah dapat menjadi multimedia. Salah satu hal yang menyenangkan yang dapat dilakukan pada saat resepsi baru-baru ini adalah dengan menggunakan komputer atau laptop, yaitu meng-upload gambar yang baru diambil pada siang hari dan membiarkan pasangan memutar di ruang keluarganya sebagai slide-show selama malam hari. Ini akan menambahkan elemen yang menyenangkan pada acara keluarga di malam hari.

13. Pertimbangkan Background

Salah satu tantangan dari pernikahan adalah bahwa ada sering orang berlalu-lalang – dan menjadi background gambar. Solusinya adalah untuk membawa pasangan pengantin ke luar area resepesi untuk mendapatkan background yang baik. Mungkin Sobat dapat mencari area yang terlihat rapi dan tempat-tempat teduh dari sinar matahari langsung.

14. Jangan Buang Waktu

Godaan yang selalu datang pada saat menggunakan kamera digital adalah untuk memeriksa gambar dan menghapus foto-foto yang terlihat jelek. Boleh saja Sobat menghapus foto-foto jelek tersebut, namun akan lebih bermanfaat jika foto jelek tersebut dimanipulasi untuk memberikan beberapa nilai seni/terlihat abstrak yang dapat ditambahkan ke album wedding.

15. Mengubah Sudut Pandang & Bereksperimen

Sedikit kreatiflah dengan angle dan mencoba sedikit bereksperimen. Jika kebanyakan fotografer menggunakan pose-pose normal, mungkin kita bisa mencoba sudut pandang yang berbeda. Beranikan untuk mencampur hal-hal yang sedikit berbeda dengan mengambil gambar dari bawah, atas, atau dengan sudut lebar .

16. Foto Grup

Usahkanlah untuk memotret setiap orang yang hadir dengan satu jepretan saja. Carilah tempat yang lebih tinggi dari semua orang. mungkin saja Sobat membutuhkan tangga tinggi, menggunakan balkon atau bahkan naik di atap. Keindahan pemotretan dari tempat tinggi adalah Sobat akan mendapatkan wajah semua orang dan dapat memuat banyak orang dalam satu tembakan. Atau Jika Sobat akan memotret tamu undangan dengan kedua mempelai, Sobat harus cepat-cepat merapihkan mereka dan melakukan pemotretan sebelum yang lain mengantri untuk sekedar bersalaman .

17. Gunakan Fill In Flash

Saat memotret di luar ruangan setelah upacara mungkin Sobat ingin menggunakan flash yang terpasang untuk melakukan fill flash.terutama dalam kondisi pemotretan backlit atau tengah hari di mana bisa ada banyak bayangan, fill flash harus digunakan.

18. Continuous Shooting Mode

Kamera yang memiliki kemampuan untuk memotret banyak foto dengan cepat ini sangat berguna pada hari pernikahan Sobat dapat mengunakan continuous shooting mode. Terkadang ada banyak moment yang hanya datang per sekian detik tanpa kita sempat untuk memotretnya, dengan menggunakan continuous shooting mode mungkin saja moment yang cepat itu dapat Sobat tangkap.

19. Jeli Melihat Situasi

Dalam setiap resepesi selalu ada hal yang tidak terduga misalnya pengantin pria lupa menyimpan cincinnya, hujan turun tiba-tiba pada saat seremoni di luar ruangan sedang dilaksanakan, pengantin pria lupa menggunakan jasa, atau pengantin perempuan tidak lupa bahwa dia telah disumpah …. Saat-saat dimana orang-orang terlihat sedikit panik pada saat itu – tapi itu saat-saat yang benar-benar dapat membuat hari H berkesan.  Cobalah untuk memotret pada saat keadaan seperti itu dan Sobat akan mendapatkan beberapa foto menyenangkan.

20. Bersenang-Senanglah

Pernikahan adalah tentang perayaan- ini harus menyenangkan dan membahagiakan. Kita, sebagai fotografer juga harus terlihat menyenangkan dan fresh, sering-seringlah tersenyum untuk mendapatkan kenyamanan baik untuk Fotografer sendiri atau untuk kedua mempelai.

Semoga Tips diatas dapat menginspirasi teman-teman semua dan menambah keahlian anda dalam mendokumentasikan acara pernikahan. Keep Shootin’!!

Iklan

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s