Apakah Aperture atau Diafragma itu?? (Teknik Dasar Fotografi)

 

Ada banyak istilah yang perlu dipahami didalam dunia fotografi, salah satunya adalah Aperture atau orang kebanyakan mengenalnya sebagai Diafragma.  Kali ini, saya akan mencoba membahas lebih jauh mengenai aperture atau diafragma.

Saya akan mencoba menjelaskan konsep dasar dan fungsi dari aperture itu sendiri dan sejauh mana pengaturan aperture dapat mempengaruhi hasil foto. Berikut penjelasannya:

Aperture secara singkat dapat dijelasakan sebagai ukuran besar kecilnya bukaan lensa pada saat anda memotret suatu objek.

Sewaktu  menekan tombol shutter, lubang yang berada di depan sensor kamera anda akan terbuka, pengaturan aperture-lah yang menentukan seberapa besar /kecil lubang ini akan terbuka. Semakin besar lubang tersebut  terbuka, maka akan semakin banyak jumlah cahaya yang masuk untuk kemudian  dibaca oleh sensor.

apertureshortcourses_com

Ukuran aperture/bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Biasanya ukuran aperture dinyatakan dalam bentuk pecahan, biasanya dilambangkan sebagai  f/x atau 1/x , dimana x adalah besarnya angka aperture misalnya 1/5.6, 1/8, 1/22, dst. Semakin besar angka f-stop maka semakin kecil lubang lensa untuk dilewati cahaya.

Aperture juga dapat mempengaruhi ruang tajam atau dof (depth of field), dimana pada setting  aperture yang besar (angka f kecil) akan dihasilkan area ruang tajam yang sempit, begitupun sebaliknya. Anda dapat melihat perbedaannya dalam gambar berikut:

img_8809

 

Satu hal yang harus diingat adalah semakin kecil angka f-stop maka semakin besar bukaan lensanya, dan semakin besar angka f-stop maka akan semakin kecil bukaan lensanya.

Perlu anda ketahui bahwa apperture setting juga mempengaruhi gelap terangnya hasil foto. Hal ini perlu dipahami secara seksama karena nantinya pengaturan aperture juga akan menjadi pertimbangan bagi anda dalam mengatur shutter speed.

Anda dapat melihat perbedaanya pada gambar di atas ini. Semakin besar anda mengatur bukaan (angka kecil) maka akan semakin terang gambar yang dihasilkan. Maka untuk menghasilkan gambar yang seimbang, biasanya bukaan besar  diimbangi dengan speed yang cepat. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil bukaan(angka besar) maka gambar akan semakin gelap sehingga dibutuhkan speed yang agak lambat.

Demikian sekilas pemahaman mengenai Aperture/Bukaan atau yang juga disebut Diafragma. Untuk lebih memahaminya lebih seringlah berlatih memotret. Begitu anda sudah memahaminya, maka anda dapat dengan mudah mewujudkan konsep yang anda inginkan pada foto-foto yang anda ingin hasilkan. Selamat mencoba & Keep Jepret!

Iklan

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s