Beberapa Tips Mengarahkan Pose Model

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Potrait Fotografi (memotret model)  adalah salah satuyang paling banyak dicari masyarakat dan berarti pula dapat menghasilkan uang dari fotografi ini (pengalaman pribadi.. ;)) . Tetapi memotret model tidak semudah yang terlihat. Jangan pikir dengan menenteng kamera profesional (mahal) anda lantas dapat dengan mudah memuaskan client anda!

Nah berikut ini adalah beberapa tips yang dapat menyelamatkan anda dari hasil yang kurang memuaskan pada saat memotret model…

1.  2/3 (dua pertiga putaran)

Pernahkah anda memperhatikan dan bertanya2 mengapa orang akan terlihat lebih gemuk/besar 10Kg dari aslinya pada saat di foto atau di depan kamera?

Hasil foto potrait terlihat seperti itu karena kita memotong/mempersempit tampilan area disekitar modelnya. Sehingga tubuh model terlihat memenuhi sebagian besar area fotonya. Untuk menyiasati ini, jangan biarkan  tubuh sang model berhadapan dengan lensa kamera, arahkan model utk  memutar badannya 2/3 kesamping agar area disekitar tubuhnya terlihat lebih lebar.

Tubuh model terlihat lebih gemuk kna memenuhi frame

Tubuh model terlihat lebih gemuk karena memenuhi frameBadan bergeser 2/3 kesamping n bahu kedepan tubuh model terlihat lenih ramping 

Badan bergeser 2/3 kesamping n bahu kedepan tubuh model terlihat lenih ramping

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.  Jangan Mengangkat/Mendekatkan Tangan di Dekat Wajah 

Walau tips ini mungkin sering tidak diacuhkan, tetapi ketika anda menyadari bahwa besarnya telapak tangan kita hampir sama besarnya dengan wajah kita, pasti anda tidak akan pernah lagi memunculkan tangan anda atau model di dekat wajahnya (Foto 1).

Ingatlah bahwa dalam memotret model wajah merupakan unsur utama yang paling penting yang harus ditonjolkan.  Jangan sampai fokus wajah model jadi teralihkan atau terganggu objek lain. Coba lebih kreatif pada saat mengarahkan model agar menempatkan tangannya di tempat yg tepat/tidak terlihat. (perhatikan foto 2)

Foto 1

Foto 1

Foto 2

Foto 2

3. Turunkan Dagu

Banyak orang ketika hendak di foto seringkali tanpa sengaja memundurkan atau menegakkan kepalanya keatas. Tapi ini justru membuat bagian hidung , mulut dan mata mengecil dan terlihat jelek. (Foto 3)

Untuk itu arahkan model anda untuk menurunkan dagunya. Hal ini tidak saja menghilangkan bayangan pada hidung dan mulutnya tetapi juga membuat mata sang model menjadi terlihat terbuka dan lebih lebar. Dan hal inilah yang paling disukai oleh orang khususnya para wanita (Foto 4)

Foto 3

Foto 3

Foto 4

Foto 4

4. Memberi Garis Diagonal pada Foto

Dunia kita terdiri dari garis vertikal dan horisontal. Dalam dunia fotografi horisontal serta Verticalnya berbagai hal di sekitar kita memerlukan variasi garis diagonal  agar hasil gambar tampak lebih natural. Klien atau Model yang gugup di depan kamera dengan sengaja atau tidak biasanya akan  melakukan hal yang hampir sama yaitu berpose kaku dengan meluruskan kedua tangannya.Untuk menghindarkan hasil foto yang kaku karena kegugupan mereka, kita perlu sedikit menghilangkan ketegangan mereka dan membuatnya rileks, kemudian kita sarankan untuk membuat variasi garis diagonal dengan mengarahkan mereka untuk menekuk tangannya serta memegang pinggang.  Atau yang paling mudah dengan meminta mereka memasukkan salah satu lengan mereka ke dalam saku sehingga akan terdapat garis diagonal dalam foto yang akan dihasilkan. Hal ini tidak saha dapat membuat foto menjadi lebih indah dan alami tetapi juga membuat klien atau model merasa lebih rileks ketika difoto.

Tangan Lurus Terlihat Kaku

Tangan Lurus Terlihat Kaku

Tangan Mebentuk Siku

Tangan Membentuk Siku

5. Perpindahan Tumpuan Tubuh pada Kaki

Untuk memudahkan orang awam dalam berpose tips ini dapat membuat orang yang kaku menjadi lebih mudah berpose. Arahkan model/klien untuk memundurkan sebelah kaki mereka dan menumpukan berat badan mereka pada kaki belakangnya, dan kaki depan menjadi kaki yang bebas tanpa tumpuan.  Pergeseran tumpuan berat badan ini akan menyelaraskan posisi bahu dan pinggul sehingga membuat posisi tubuh lebih rileks, sehingga secara alami sang model akan lebih mudah untuk berpose.

6. Komunikasi

Yang paling terpenting dari semua hal dari proses memotret model adalah komunikasi yang baik dan rileks. Semua tips diatas tidak akan bisa berhasil diaplikasikan apabila kita tidak dapat menyampaikan apa yang kita inginkan kepada Model/Klien. Untuk itu sangat perlu untuk membangun dan menyampaikan komunikasi yang baik pada model yang akan difoto. Hal ini juga tidak dapat langsung dipelajari dengan cepat. Diperlukan latihan dan pengalaman yang cukup untuk membangun komunikasi yang baik dengan model yang baru kita kenal atau kita temui.

Soo… Just Keep Practice & Keep Jepret! Semoga tips-tips diatas dapat menambah wawasan kita semua dan mempermudah kita dalam memotret model khususnya… Ciao!

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s