Terlihat Mapan Belum Tentu Tidak Hidup Dalam Kebangkrutan!

Fakta ini akan membelalak mata Anda, dan mengganggu pikiran Anda..
Ya, betul.. menurut hasil riset Kadence International 1/4 Orang Indonesia Masuk dalam Kategori Broke
Penelitiannya terjadi di tahun 2013..
Di tahun 2016??  Wah gak tahu deh..
Ayo simak beritanya yuk, yang saya ambil dari Republika.co.id 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seperempat masyarakat Indonesia ternyata masuk kategori broke. Yang dimaksud broke adalah pengeluaran yang lebih besar dari pendapatannya.
Hal itu terlihat dari hasil survey bertema Share of Wallet yang dilakukan perusahaan riset global, Kadence International.

Survey ini dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2013 dengan melibatkan 3000 responden. Survey dilakukan di daerah perkotaan atau urban di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Surabaya, Medan, Balikpapan, Makassar dan daerah pedesaan atau rural di wilayah Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat.

Dari survey yang dilakukan dengan metode face to face random sampling dan
telephonic interviews ini didapat hasil bahwa lebih dari seperempat masyarakat Indonesia masuk dalam kategori broke atau kelompok dengan total pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Kadence membagi masyarakat Indonesia berdasarkan pola menabungnya dalam empat segmen.

Pertama, deep pockets atau kelompok yang menabung lebih dari Rp 2 juta per bulan dari penghasilannya.
Kedua, pragmatic atau kelompok yang menabung sebesar Rp 1 juta hingga 2 juta per bulan dari penghasilannya.
Ketiga, on edge atau kelompok yang menabung sebesar Rp 0 hingga 1 juta per bulan dari penghasilannya.
Keempat, broke atau kelompok yang pengeluarannya lebih besar dari pendapatan, sehingga mengalami defisit hingga rata-rata sebesar 35 persen.
Mayoritas masyarakat Indonesia atau sekitar 33 persen berada dalam on edge. Sekitar 28 persen dalam kategori broke. Dalam kategori deep pockets, terdapat 21 persen masyarakat Indonesia. Sisanya atau 17 persen berada dalam kategori pragmatic.
“Segmen Broke ini bukan berarti miskin atau tidak mampu, mereka justru berpenghasilan di atas kelas on edge namun memiliki gaya hidup yang menuntut mereka untuk mengeluarkan uang lebih banyak,” ujar Rajiv.
Segmen broke memiliki pengeluaran lebih besar dibanding segmen yang lain dalam hal liburan, perawatan rumah, membayar cicilan, membeli pakaian dan arisan.
Kesimpulan dari saya: Yang masuk dalam kategori broke ini bukanlah pengamen, gelandangan atau peminta-minta. Karena mereka tidak pernah berpikir untuk liburan, merawat rumah, bayar cicilan, apalagi arisan..
Jadi siapa yang masuk dalam kategori broke?
Sepertinya adalah orang yang berpendidikan, memiliki pekerjaan tetap, dan “Kelihatan” Mapan
Catat baik-baik pesan Robert Kiyosaki ini,
Walaupun Anda Pintar, Pekerja Keras, bahkan Religius Sekalipun, kalau Finansial IQ Anda rendah, bisa jadi Anda akan sibuk Kerja untuk Uang sampai Akhir hayat.
Wah jangan sampai kayak begitu deh, masih banyak yang harus kita fokuskan seperti keluarga, kegiatan sosial & agama 🙂
Semoga Bermanfaat yah..
Money
Iklan

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s