KTG… Komunitas Tarik Gorden!

“Ash-shalaatu khairum minan-nauum….
Ash-shalaatu khairum minan-nauum….”
… Sholat itu lebih baik daripada tidur
… Sholat itu lebih baik daripada tidur

subuh

Lafadz Adzan yang hanya ada di waktu subuh itu mendayu-dayu setiap pagi, menyampaikan pesan dari Allah yang mengajak umatnya untuk bangun dari tidurnya, lalu mendekat pada penciptaNya.. Seolah-olah Allah berkata pada kita “kemarilah wahai hamba-hamba ciptaanKu, bangunlah.. Sujudlah.. Aku akan membagikan keberkahan yang luar biasa untukmu”

Dalam banyak riwayat, Kanjeng Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam mengajarkan keutamaan sholat melalui Quran dan Hadist, antara lain:
1. Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah RA sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah, kemudian mengatakan kepadanya :
“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

2. “Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (Hadist Riwayat Muslim)

3. “Shalat terberat bagi orang-orang MUNAFIK adalah shalat Isya’ dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (Hadist Riwayat Ahmad)

4. “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.”
(Hadist Riwayat Muslim)

5. “Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.”
(Hadist Riwayat Ibnu Majah).

6. “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(Hadiat Riwayat Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (Hadist Riwayat Muslim)

7. “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.”
(Hadist Riwayat Tirmidzi)

Ketika dulu saya menjadi member Komunitas Tarik Gorden, sholat subuh adalah yang bikin deg-degkan.. Beraaaattt sekali! Buka gorden.. “Lho kok sudah terang-benderang?”

Lalu wudhu dengan terburu-buru, memakai sarung ala kadarnya, gelar sajadah yang terlipat di ujungnya.. Dan tentu, gorden saya tarik agar suasananya kembali gelap gulita, saya maluuu kalau:

1. Matahari mengolok-ngolok lewat sela jendela sambil berkata: “cieee cieee.. Subuhan nih yeee”

2. Ketahuan sama keluarga atau teman lainnya, yang melongok ke dalam kamar, lalu mereka akan menyindir dengan bahasa yang bikin nyesek: “subuhan jam segini lu? Malaikat dah tutup buku bro! Dah naik lagi dia ke langit..”

Dan memang benar.. Sholat jadi kemrungsung! Kayak pengennya segera sampai finish saja.. Sambil berkata: “oooooiiii malaikat catat dulu ini amalkuuuu… Jangan pergi duluuu!!”
sholat ngebuuuutt asal gugur kewajiban, urusan khusuk dan sahnya belakangan..

Dan saya tidak sadar, di jidat saya ternyata sudah dikasih label MUNAFIK oleh Nabi langsung..
Usai sholat badan lesu, mood jeleknya kebawa sampai seharian, dan datanglah masalah-masalah, kesulitan yang datang tidak terduga. Seolah-olah hari itu memang rejeki begitu sulitnya terhalang berbagai masalah, dan saya memang tidak pantas mendapatkan keberkahan hari ini di dunia..

Ketika saya pengen keluar dari anggota Komunitas Tarik Gorden, saya pasang alarm lagunya mas Opick, biar sampai 5 menit itu menyala.. Minggu pertama begitu beratnya, ketika datang ke masjid terlambat saya takjub menyaksikan mereka.. 3 shaf manusia yang sedang sujud takhluk pada TuhanNya di waktu hari masih gelap dan dingin menyergap..

Saya iriiiiiii luar biasa, merekalah manusia-manusia yang kaya raya sesungguhnya di dunia, yang kelak di akherat mendapat perlindungan langsung dari Tuhan-Nya, dari api neraka yang menyala-nyala..

Dikutip dari tulisan Saptuari Sugiharto Pengusaha Tanpa Riba dan Pencetus Yayasan Sedekah Rombongan @Saptuari

Iklan

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s