KEPEDIHAN AKIBAT RIBA! HUTANG 11 Milyar Lunas Dengan Dibayar PENDERITAAN HIDUP YANG TERKIRA!!

Emang sih ini bukan cerita saya. Tapi cerita rekan saya, tepatnya tetangga satu komplek perumahan. Awalnya dia itu usaha Brownies dan omzet per bulannya 300 juta. Punya beberapa counter di Bandung. Ga tahunya hutangnya ke bank mencapai 11,5 Milyar dan akhirnya karena ga sanggup menutup biaya hutang, dia jual semua aset yg dimilikinya mulai dari rumah mewah di sebuah kawasan elit Bandung dan pindah jadi tetangga saya. Trus mobil dijual dan anak2nya akhirnya berhenti sekolah semua ketika orangtuanya bangkrut di usia 56 tahun. Rasanya spt jatuh terhempas, Tertimpa tangga dan tertimpa Batubata nya hingga tidak bisa bergerak dan Move on!

Jangan Ada Riba

Hutang memang sudah lunas, tapi utk move on lagi disaat kebangkrutan total dan semua barang2 ludes itu sangat berat! Setiap hari, yg biasanya makan enak, setelah semua aset aset habis terjual, untuk maakan saja bafi. Jarang banget makan ayam goreng.

Dan yg lebih mengejutkan lagi, ketika dia mendatangi saya utk melamar pekerjaan di perusahaan saya, dia menangis karena ingat anak2nya yg jadi tidak sekolah karena dia tidak punya uang seperser pun sekarang. Kerjaan tiap hari hanya menjual barang2 yg ada di rumahnya spt kulkas, lemari, dll.

“Kenapa tidak melanjutkan usaha yg dulu saja? Apa usaha browniesnya tutup?” Tanya saya.

“Usaha saya tidak tutup tapi saya kasihkan ke saudara saya. Sebab saya ga sanggup bayar biaya operasional karena semua utk bayar hutang.”

“Kan Ibu masih bisa bikin Brownies ya? Kenapa harus melamar kerja ke saya? Penghasilan pegawai kan segitu2 aja. Ibu sendiri pernah menggaji pegawai kan?”

Sang ibu cerita kalo semua alat2 membuat Brownies udah dijual.
Dia merasa gagal dan susah move on. Pertama kali ketika jatuh sebegitu kerasnya dia menangis dan mempertanyakan kenapa Allah mengujinya dg ujian seberat itu. Lalu ketika saya ngobrol dgnya, setelah 2 tahun berlalu pikirannya mulai berubah. Dia bilang, “Ada saatnya ketika kita gagal dan begitu sakit hati, sangat mudah menyalahkan Allah atas dosa yg kita lakukan. Saya baru tahu riba itu ga boleh setelah saya bangkrut. Kenapa ga dari dulu saya tahu. Kenapa saya harus jatuh dulu begini. Kadang itu yg saya sesalkan.”

Si ibu lalu melanjutkan lagi. “Tapi saya baru tahu hikmahnya ketika saya melihat perilaku anak2 saya berubah ketika kami menjadi miskin. Dulu kami ga pernah menghargai sepotong ayam goreng. Tapi ketika kami susah, sepotong ayam goreng menjadi begitu berharga. Shg kami ingin anak2 saya yg 4 orang itu menikmatinya. Tapi anak2 saya menolak sebab merasa kasihan pada saya. Shg sepotong ayam goreng itu, hanya ada di atas piring menunggu siapa yg layak menyantapnya. Dan ayam itu berakhir ke orang lain yg kondisinya lebih tidak mampu daripada kami.”

“Dan … Banyak pelajaran yg kami dapatkan. Kami jadi lebih peka terhadap orang miskin. Dulu karena tinggal di kompleks elit, kami ga pernah bersentuhan dg orang miskin. Tapi sekarang di sini, saya melihat banyak yg lebih susah dari saya. Saya sebenarnya beruntung.”

Ibu ini menemukan pelajaran moral yg luar biasa setelah bangkrut. Lalu saya pun ingat bahwa utk menjadi orang baik, ga bisa hanya dg membaca buku saja langsung berubah. Bagi sebagian orang, perlu cara khusus utk menamparnya agar berubah. Allah tahu, bagaimana cara membuat ibu ini dan keluarganya berubah. Mungkin tanpa kesandung kerikil riba itu, dia ga akan pernah belajar arti kesulitan, kemiskinan dan kepekaan thd lingkungan.

Sekarang, ketika dia sudah jatuh, dia jadi sangat pemurah dan mendahulukan orang lain dibanding dirinya. Sebuah sikap yang tidak pernah dimilikinya ketika dia masih terjerat riba dan tinggal di kompleks elit.

Lalu percakapan kami pun berakhir dg pertanyaan, “Bu Dina, kalo Bu Dina usahanya tidak pinjam siapa2?”

Saya jawab, “Ya betul. Dan omzet kita sama Bu, cuma saya merangkak dari bawah.”

Dia heran, “Kok bisa?”

Saya jawab, “Selalu ada keajaiban dalam kehidupan orang2 yg mentaati Tuhannya. Percaya pada saya. Suatu saat ibu pun akan mendapat keberuntungan sebab telah meninggalkan riba dan menjalani semua kesulitan ini dg sabar. Saya beruntung sebab saya tahu hukum riba sebelum memulai usaha sampai usaha saya bernilai ratusan juta sekarang.”

Ibu itu merasa heran dan mengulang2 pertanyaan dan meminta saya menjelaskan detilnya usaha saya, kok bisa omzet segitu besarnya tapi dimulai tanpa pinjam orang lain seperser pun. Bagi otak pengusaha umumnya emang tidak masuk akal, tapi kalo dilihat dari sudut pandang iman, ya apa2 yg ga masuk akal akan jadi sangat masuk akal. Praktik dulu, biar tahu rasa masuk akal yg saya sampaikan 😄.

Semoga bermanfaat ya😊.

Simak Kisah2 Lain Para Taubaters yang Menggetarkan Hati dan Penuh Hikmah dalam perjuangannya meninggalkan Riba dan Dapatkan Disini : http://bit.ly/1YkUrZz

BanRiba

Order Sekarang!! Mumpung Masih Tersedia Bonus Ebook Senilai Rp. 330.000,- utk 100 Orang pertama!!

Iklan

Komentarmu :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s